Langsung ke konten utama

SLUKU SLUKU BATHOK
Sunan Kali Jogo


Makna Filosofis Tembang Sluku-Sluku Bathok Sunan Kalijaga Cocok Buat Renungan
nilah salah satu lagu atau tembang dolanan gubahan para wali yang konon adalah gubahan Kanjeng Sunan Kalijogo. Tembang ini memiliki beberapa penafsiran yang sangat mendalam.

1. Sluku-Sluku Bathok, Bathoke Ela-Elo
"Usluk fa usluka bathnaka, bathnaka ila Allah" atau "Usluku suluka bathnaka, Bathnaka La ilaha illallah"
Jalankanlah batinmu bathinmu, bathinmu kepada Allah, atau bathinmu harus (menyebut) Lailaha llallah.
Kita harus menjalankan batin kita untuk mendekat kepada Allah, tidak hanya raga kita saja yang melakukan sholat atau ibadah lainnya, melainkan batin kita juga, bahkan ke-khyusu'an batin kita inilah yang mengantarkan kita untuk lebih dekat dengan Allah.
Tafsir lain "Ghuslu-ghuslu bathnaka, bathnaka ila Allah"
Mandikanlah batinmu, sucikan jiwamu menuju kepada Allah dari segala kesibukan hati selain mengingat-Nya.
"Bathoke ela-elo (geleng-geleng)"
Ada yang menyebutkan, ini menggambarkan para sufi ahli tasawuf yang biasa dalam berdzikir disertai gerakan menggelenggkan kepala. Ini salah satu bentuk meresapnya makna dzikir tersebut sampai ke dalam hati, atau disebut "dzikr bil-qalb"

2. Si Romo Menyang Solo
"Siiruu ma’aa man sholla"
Berjalan bersama orang-orang yang menegakkan sholat yaitu orang yang tidak bosan-bosannya berjuang di jalan Allah.
Tafsir lain, "Sharimi Yasluka"
Petik dan ambillah satu jalan.
Tentu yang dimaksud jalan kebahagiaan dan keselamatan, melalui beragama secara benar, berislam secara benar
Tafsir lain, "sirru maa yashilu"
Rahasia yang akan bertemu.
Yakni rahasia kenapa kita hidup di dunia ini, rahasia ibadah, rahasia segala ciptaan Allah, dan rahasia kalimat Laa ilaaha illallah
Tafsir lain, Siram (mandilah, bersucilah) menyang (menuju) Solo (Sholat). Mandilah, bersucilah, kemudian kerjakanlah shalat.
Maksudnya, sebelum kita mengerjakan sholat ataupun ibadah yang lainnya, kita harus mensucikan diri dari hadas ataupun kotoran lahir-batin, karena Allah itu Maha Suci, dan sangatlah tidak sopan kalau kita menemuiNya dalam kedaan tidak bersih dan tidak suci.

3. Oleh-Oleh E Payung Motho
"Laailaha illaallah hayun wal mauta"
Esakan Allah dari hidup sampai mati. Ajakan untuk bertauhid dan berpegang teguh kepada agama Allah sampai akhir hayat. Istiqomah dengan kalimat Lailaha illaAllah"
Tafsir lain, "laa ilaaha illallaah fayamuutu"
(Mengucap) Laa ilaaha illallah kemudian (langsung) mati.
Maksudnya mati dalam keadaan syahid, mengucap Laa ilaaha illallah
Tafsir lain, "Allahu faizun ‘ala man taaba"
Allah cinta pada hamba yang bertobat

4. Tak Jenthit Lo Lo Lobah
"Mandzalik muqarabah" Tafsir lain "Ittakhidzillaha Robba"
Jadikanlah Allah itu Tuhanmu. Siapa yang mendekat bertaqarrublah tanpa henti. Selalu mendekat kepada Allah dalam segala keadaan. Sabar saat diuji, syukur saat diberi nikmat.
Tafsir lain, "fajaddid allaila lubbah"
Maka perbaruilah (imanmu dengan ucapan laa ilaaha illallaah) pada malam ini, yaitu pada tengah (malam)-nya. Perbanyak dzikir, sujud, wirid kepadaNya, terutama dalam waktu-waktu sepertiga malam. Karena harus kita ingat
"Pak jenthit lolo lobah" (kematian itu datangnya tiba-tiba)
Tak ada yang tahu, tak bisa dimajukan atau dimundurkan walau sesaat. (baca QS Qaaf: 19). Sehingga saat kita hidup, kita harus senantiasa bersiap dan waspada. Selalu mengumpulkan amal kebaikan sebagai bekal untuk dibawa mati.

5. Wong Mati Ora Obah
"Hayun wal mauta innalillah"
Sungguh hidup dan mati hanyalah milik Allah.
Tafsir lain, "Man maata roaa dzunuubah"
Orang yang mati akan melihat dosa-dosanya. Oleh karena itu siapkanlah kematianmu dengan terus berbuat baik kepada sesama dengan penuh cinta dan Taqwa kepada Allah SWT.

6. Yen Obah Medeni Bocah
"Dzunuuba dainin yaghillu yadah"
Yang membelenggu dua tangan adalah hutang, baik hutang kepada Allah yaitu berupa ibadah mahdloh dan hutang kepada sesama manusia.
"Mahabbatan mahrajuhu taubah"
Kecintaan menuju taubat. Selagi masih diberi kesempatan oleh Allah untuk hidup di dunia ini. Jangan pernah putus asa dalam menggapai rahmat dan maghfirah-Nya.

7. Yen Urip Golek O Dhuwit
"Rottibil kolbi bil qouluts tsabit"Hati kita harus menurut dengan qoul yang tsabit (tetap) yaitu Laa ilaaha illallah.
"Yasrifu innal khalaqna insana min dhafiq"
Ingatlah sungguh manusia diciptakan dari air yang memancar. Maksudnya, manusia diciptakan dari ketiadaan dan kehinaan. Oleh karena itu untuk memperoleh kemulyaan harus dengan berjalan di jalan Allah. (Baca QS At Tariq ayat 6-7)

8. Sir Sir Pong Udele Bodong
"Sir sairon dalla showabaan"Maksudnya agar kita hidup menempuh jalan yang benar.
Demikian, semoga bermanfaat untuk kita dalam menjalani kehidupan. Kita hidup hanya sesaat, semoga tidak menanggung kesia-siaan

Keterangan:
Diolah dari berbagai sumber



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beri Dukungan untuk Palestina, MWCNU Plumpang akan adakan acara Doa bersama dan Isthigosah Kubro Beberapa hari terakhir dunia dikejutkan dengan pernyataan kontroversial Presiden Amerika Donald Trump perihal klaim sepihak yang mengakui Jerussalem sebagai Ibu Kota Israel. Tak pelak, klaim kontroversial tersebut segera memicu kecaman dari berbagai belahan dunia. Yang lebih menyedihkan lagi, klaim tersebut membuat proses perdamaian di Timur Tengah terancam dan menyulut rentetan kerusuhan antara penduduk Palestina dan Tentara Zionis Israel. Karena itu sebagi bagian dari dukungan kemanusiaan dan dukungan sebagai sesama muslim, Para Kiyai NU dan berbagai elemen masyarakat di kecamatan Plumpang akan mengadakan Isthigosah dan Doa bersama bertajuk “Munajjah Mengetuk Pintu Langit, untuk Keselamatan Palestina”. Acara yang rencananya akan digelar pada Minggu, 17 Desember 2017 ini sepenuhnya didukung oleh Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Plumpang serta didukung oleh b...
Santri Aswaja dan Media Sosial Oleh: M. Faidlun Ni’am Keberadaan gadget mendorong perubahan pola perilaku. Berkomunikasi dengan sesama bisa menjadi lebih efektif dan efesien. Orang mau bercengkrama dengan siapapun, kapanpun dan di manapun menjadi mudah. Maraknya media sosial (medsos) akhir-akhir ini membuktikan bahwa jarak yang jauh bukanlah sebuah hambatan. Semua yang berjauhan menjadi terasa dekat. Dunia yang luas seluruhnya 510.072.000 km persegi menjadi kecil, persis ungkapan orang-orang tua jaman dulu “ donyo gedene namung sak godong kelor ” (ternyata dunia tak sebesar daun kelor). Pesatnya kemajuan internet ( interconnected networking ) memberi dampak signifikan terhadap pola hubungan antara sesama manusia. Jika dulu, media komunikasi dengan sejawat hanya menggunakan alat elektronik seperti komputer atau telepon rumah, sekarang sudah beralih pada penggunaan gadget seperti handphone, notebook, netbook, laptop dan lain sebagainya. Gadget sekarang sudah menjadi kebutuha...
SEJARAH KELAM PEMBUNUHAN SESAMA MUSLIM YANG TAK PERNAH TERLUPAKAN Gelombang JARGON Kembali ke Al Qur'an dan As Sunnah Sangat Deras Sekali . Sebuah fenomena ??? Akankah terulang Sejarah Akhir priode khulafaur rosyidin di NKRI yg kita cintai .... ?  “Hukum itu milik Alloh, wahai Ali. Bukan milikmu dan para sahabatmu.” Itulah teriakan Abdurrohman bin Muljam Al Murodi (Khowarij) ketika menebas tubuh Sayyidina Ali bin Abi Tholib, karomallohu wajhah pada saat bangkit dari sujud sholat Shubuh pada 19 Romadlon 40 H itu. Abdurrohman bin Muljam menebas tubuh Sayyidina Ali bin Abi Tholib dengan pedang yang sudah dilumuri racun yang dahsyat. Racun itu dibelinya seharga 1000  Dinar. Tubuh Sayyidina Ali bin Abi Tholib mengalami luka parah, tapi beliau masih sedikit bisa bertahan. 3 hari berikutnya (21 Romadlon 40 H) nyawa sahabat yang telah dijamin oleh Rosululloh SAW menjadi penghuni surga itu hilang di tangan seorang muslim yang selalu merasa paling Islam. Sayyidina...