Langsung ke konten utama
RENUNGAN
Oleh : M. Sudirwan

Aristoteles pernah mengatakan, bahwa hakikatnya kehidupan setiap orang adalah untuk mencapai kebahagiaan, 'uedomia'. Dalam mencapainya, perlu berproses. Setiap proses, ada sebab akibatnya. Yakni: gagal atau berhasil.

Kegagalan atau keberhasilan akan dipengaruhi oleh diri sendiri, dan lainnya.

Hakikatnya, kegagalan tidak akan datang dari situasi nan kondusif. Tapi, keberhasilan pun tak datang dengan sendirinya.

Dalam menyikapi kemungkinan yang ada itu, dibutuhkan suatu kearifan dalam bertindak, bertutur, dan menilai segala apa yang terjadi.

Agaknya, kearifan dalam berprilaku merupakan ukuran nyata suatu kedewasaan. Untuk mencapai kebahagiaan sejati adalah dengan bertindak dewasa.

Kebahagiaan selalu diciptakan oleh diri sendiri. Yakni, menerima kanyataan hasil kerja keras kita dengan ikhlas.

Semangat jelang tahun 2018, Sahabatku!!!!
Semoga kebahagiaan selalu berpihak kepada kita semua.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsep Pembangunan Ekonomi Kerakyatan demi terciptanya Organisasi Ansor yang Mandiri dan Bermanfaat   Oleh : Moh. Anshoruddin I. PENDAHULUAN Sektor ekonomi adalah salah satu sektor paling vital dalam kehidupan sehari-hari.Perkembangan ekonomi menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan bernegara.Di era modern, persaingan dan liberalisasi ekonomi telah mencipatakan persaingan-persaingan ekonomi yang hampir seperti pertarungan bebas.Situasi demikian itu menciptakan jurang-jurang kesenjangan yang semakin terbuka lebar.Yang kuat semakin menguasai, yang kecil semakin jauh terpinggirkan dan semakin tidak terjangkau kesejahteraan. Dalam hal kehidupan berorganisasi juga demikian adanya, GP ANSOR sebagai salah satu Organisasi Kepemudaan yang cukup besar di Indonesia juga tidak luput dari problematika yang demikian.Sebagai Ormas Kepemudaan yang berbasiskan Aswaja GP ANSOR juga berkewajiban memecahkan permasalahan-permasalahan ekon...
SEJARAH KELAM PEMBUNUHAN SESAMA MUSLIM YANG TAK PERNAH TERLUPAKAN Gelombang JARGON Kembali ke Al Qur'an dan As Sunnah Sangat Deras Sekali . Sebuah fenomena ??? Akankah terulang Sejarah Akhir priode khulafaur rosyidin di NKRI yg kita cintai .... ?  “Hukum itu milik Alloh, wahai Ali. Bukan milikmu dan para sahabatmu.” Itulah teriakan Abdurrohman bin Muljam Al Murodi (Khowarij) ketika menebas tubuh Sayyidina Ali bin Abi Tholib, karomallohu wajhah pada saat bangkit dari sujud sholat Shubuh pada 19 Romadlon 40 H itu. Abdurrohman bin Muljam menebas tubuh Sayyidina Ali bin Abi Tholib dengan pedang yang sudah dilumuri racun yang dahsyat. Racun itu dibelinya seharga 1000  Dinar. Tubuh Sayyidina Ali bin Abi Tholib mengalami luka parah, tapi beliau masih sedikit bisa bertahan. 3 hari berikutnya (21 Romadlon 40 H) nyawa sahabat yang telah dijamin oleh Rosululloh SAW menjadi penghuni surga itu hilang di tangan seorang muslim yang selalu merasa paling Islam. Sayyidina...
PAC. GP ANSOR MONTONG BERULAH Tak ada matinya dalam berinofasi PAC GP Ansor Montong dalam mengkader dan menyemangati Anggotanya,  setelah kemarin membuat gebrakan dan gaduh dengan mencatat rekor sejarah peserta DTD terbanyak kini kembali berulah dengan mengadakan terobosan baru kepada peserta DTD  dengan memberikan penghargaan kepada peserta terbaik dalam pelatihan DTD Yang diadakan selama 3 hari berlangsung, Pemberian penghargaan diberikan kepada peserta DTD Berdasarkan kriteria kriterai yag telah ditetapkan panitia meliputi kecakapan, ketelitian, ketangkasan, kecermatan, kedisiplinan selama latihan. dari kriteria tersebut akan diambil 3 peserta terbaik untuk diberikan penghargaan Menurut Wahid Moh Ali (ketua PAC GP Ansor Montong)  yang juga merupakan Pengurus Harian PC GP Ansor Kab, Tuban Menuturkan selama tiga hari penggemblengan dari panitia sudah melakukan evaluasi dan penilaian terhadap semua peserta DTD untuk diambil peserta terbaik untuk nantinya di k...