Prof. Dr. Machasin (Guru Besar UIN Sunan Kalijaga)
Bongkar Kebohongan Khalid
Basalamah
Berikut
Kritikan pedas Prof. Dr. Machasin Guru besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, membongkar
kebohongan dan sesat pikir Khalid Basalamah soal video ceramahnya Rahasia Univ
Penganut Liberal dan Pandangan Jojga.
Baru
saja saya dengarkan video Khalid Basalamah tentang UIN Sunan Kalijaga. Memang
saya “mendengarkan” sambil membuat catatan.
Ringkasnya,
yang dikatakan KB mengandung hal-hal sebagai berikut:
Ceritanya
berawal dari pertanyaan mengapa banyak gempa di Yogyakarta yang terjadi setiap
tahun sampai melongsorkan satu kecamatan dst.
Kemudian
KB jelaskan mengapa gempa seperti itu terjadi di Jogja: Penjelasan dimulai
mendaftar S3 di UIN Sunan Kalijaga sekitar sepuluhan tahun yang lalu dan
diundang untuk tes. Ia pun datang, tapi ternyata tidak dapat ikut tes, karena
pelaksanaannya diajukan.
Ketika
dia masuk ke Pasca, ternyata banyak orang memperhatikan janggutnya, katanya.
Ini karena di situ banyak JIL yang dibentuk Orientalis Kanada, yakni Gereja
Kristen dan kaum Yahudi yang mendirikan McGill [University]. Di McGill banyak
orang hafal Qur’an dan Hadis, tapi mereka bukan Muslim dan mempelajari
kelemahan Islam untuk menghancurkannya.
Di
kampus, kalau ada mahasiswa yang salat diolok-olok.Pendeta diundang untuk mengajar
Kristen, dengan alasan ambil dari sumbernya, padahal kalau belajar al-Qur’an
bukan dari ulama.
Semua
agama benar dan penganutnya akan masuk surga. Enak sekali, kalau begitu,
katanya. Cukup nyanyi-nyanyi seminggu sekali dapat masuk surga, tidak perlu masuk
Islam.
Survey
Internasional terbesar tentang free sex di Asia, Yogya terbesar setelah
Thailand.
Kesimpulannya, gempa banyak terjadi di Yogyakarta karena kemaksiatan yang banyak terjadi dan dibiarkan di sana.
Kesimpulannya, gempa banyak terjadi di Yogyakarta karena kemaksiatan yang banyak terjadi dan dibiarkan di sana.
Perkataan
“Ustadz” ini mengandung banyak kebohongan, kesalahpahaman dan ketakakuratan.
A.
Kebohongannya:
1- Di Yogyakarta tidak pernah ada kecamatan yang longsor kerena gempa.
2- Tes masuk S3 di Pascasarjana. Apalagi kalau dikatakan sepuluhan tahun yang lalu [sebelum pembuatan video ini], maka saat itu bisa jadi sayalah direkturnya dan saya tidak pernah memajukan waktu tes.
3- Di kampus orang salat diolok-olok, katanya, padahal setiap zuhur di hari kerja mesjid UIN banyak mahasiswa ikut salat jama’ah dan kalau Jum’atan mesjid kampus penuh dengan jamaah yang kebanyakannya mahasiswa. Ini bisa dilihat sampai sekarang. Di waktu-waktu salat yang lain pun ada salat berjama’ah yang diikuti mahasiswa.
1- Di Yogyakarta tidak pernah ada kecamatan yang longsor kerena gempa.
2- Tes masuk S3 di Pascasarjana. Apalagi kalau dikatakan sepuluhan tahun yang lalu [sebelum pembuatan video ini], maka saat itu bisa jadi sayalah direkturnya dan saya tidak pernah memajukan waktu tes.
3- Di kampus orang salat diolok-olok, katanya, padahal setiap zuhur di hari kerja mesjid UIN banyak mahasiswa ikut salat jama’ah dan kalau Jum’atan mesjid kampus penuh dengan jamaah yang kebanyakannya mahasiswa. Ini bisa dilihat sampai sekarang. Di waktu-waktu salat yang lain pun ada salat berjama’ah yang diikuti mahasiswa.
B.
Kesalahpahaman
4- Pendeta mengajarkan Kristen. Dalam mempelajari keyakinan lain, memang diperlukan informasi dari penganutnya. Pandangan orang luar memang dapat obyektif, tetapi penghayatan agama atau keyakinan akan diberikan dengan lebih tepat oleh sang penganut.
5- Semua agama benar. Semua agama benar menurut penganutnya dan orang lain tidak perlu mencampuri keyakinan orang lain. Orang boleh saling berbagi pengalaman atau bertukar pandangan mengenai keyakinan, namun tidak boleh mengolok-olok atau mempersalahkan.
6- Survei internasional free sex yang menempatkan Yogya pada peringkat kedua di Asia setelah Thailand. Survei ini tidak pernah ada. Yang ada adalah beberapa penelitian, seperti yang dilakukan oleh kelompok Dasakung mengenai hal seperti ini beberapa tahun yang lalu. Penelitian yang menghebohkan pada saat disampaikan ke publik itu diragukan keakuratannya dan pemilihan samplenya.
4- Pendeta mengajarkan Kristen. Dalam mempelajari keyakinan lain, memang diperlukan informasi dari penganutnya. Pandangan orang luar memang dapat obyektif, tetapi penghayatan agama atau keyakinan akan diberikan dengan lebih tepat oleh sang penganut.
5- Semua agama benar. Semua agama benar menurut penganutnya dan orang lain tidak perlu mencampuri keyakinan orang lain. Orang boleh saling berbagi pengalaman atau bertukar pandangan mengenai keyakinan, namun tidak boleh mengolok-olok atau mempersalahkan.
6- Survei internasional free sex yang menempatkan Yogya pada peringkat kedua di Asia setelah Thailand. Survei ini tidak pernah ada. Yang ada adalah beberapa penelitian, seperti yang dilakukan oleh kelompok Dasakung mengenai hal seperti ini beberapa tahun yang lalu. Penelitian yang menghebohkan pada saat disampaikan ke publik itu diragukan keakuratannya dan pemilihan samplenya.
C.
Ketakakuratan:
7- Mengenai orientalis. Orientalis sebenarnya berarti orang yang mempelajari dunia Timur (Orient) dan tidak hanya Islam. Memang kemudian istilah ini berarti orang Barat yang mempelajari ketimuran, termasuk Islam. Akan tetapi orientalis tidak hanya terbatas pada Kanada, apalagi McGill.
8- Orang d UIN Sunan Kalijaga belajar al-Qur’an tidak dari ulama. Siapa ulama itu? Apakah dosen UIN yang mengajar tafsir al-Qur’an tidak dapat disebut ulama, padahal sebahagian dari mereka menjadi rujukan dalam kepakarannya di bidang tafsir?
Kesimpulannya: orang ini tidak pantas mendapatkan gelar Ustadz karena kebohongan dan ketergesa-gesaan dalam menyimpulkan.
7- Mengenai orientalis. Orientalis sebenarnya berarti orang yang mempelajari dunia Timur (Orient) dan tidak hanya Islam. Memang kemudian istilah ini berarti orang Barat yang mempelajari ketimuran, termasuk Islam. Akan tetapi orientalis tidak hanya terbatas pada Kanada, apalagi McGill.
8- Orang d UIN Sunan Kalijaga belajar al-Qur’an tidak dari ulama. Siapa ulama itu? Apakah dosen UIN yang mengajar tafsir al-Qur’an tidak dapat disebut ulama, padahal sebahagian dari mereka menjadi rujukan dalam kepakarannya di bidang tafsir?
Kesimpulannya: orang ini tidak pantas mendapatkan gelar Ustadz karena kebohongan dan ketergesa-gesaan dalam menyimpulkan.

Komentar
Posting Komentar