Langsung ke konten utama
PAC. GP ANSOR MONTONG BERULAH

Tak ada matinya dalam berinofasi PAC GP Ansor Montong dalam mengkader dan menyemangati Anggotanya,  setelah kemarin membuat gebrakan dan gaduh dengan mencatat rekor sejarah peserta DTD terbanyak kini kembali berulah dengan mengadakan terobosan baru kepada peserta DTD  dengan memberikan penghargaan kepada peserta terbaik dalam pelatihan DTD Yang diadakan selama 3 hari berlangsung,

Pemberian penghargaan diberikan kepada peserta DTD Berdasarkan kriteria kriterai yag telah ditetapkan panitia meliputi kecakapan, ketelitian, ketangkasan, kecermatan, kedisiplinan selama latihan. dari kriteria tersebut akan diambil 3 peserta terbaik untuk diberikan penghargaan

Menurut Wahid Moh Ali (ketua PAC GP Ansor Montong)  yang juga merupakan Pengurus Harian PC GP Ansor Kab, Tuban Menuturkan selama tiga hari penggemblengan dari panitia sudah melakukan evaluasi dan penilaian terhadap semua peserta DTD untuk diambil peserta terbaik untuk nantinya di kasihkan penghargaan kepada mereka.

Penghargaan  peserta terbaik langsung dikasihkan  Oleh Komandan Latihan (Ndan Lat)  atau biasanya dipanggil dengan Kasatkordun M.SUDIRWAN ( Satkordun adalah sebuah candaan khusus  gus syafiq terhadap sahabat akrabnya sudirwan singkatan dari satuan kordinasi dunia  jadi jabatan sudirwan diatas satkornas ), tujuan  diberikanya penghargaan menurut M. Sudirwan adalah dalam upaya  memberikan motivasi peserta agar lebih meningkatkan  kualitas mereka dan sigap selama latihan dan sudah sepatutnya penghargaan itu akan diberikan bagi peserta terbaik, selamat bagi yang telah mendapatkan penghargaan imbuhnya.


Ditempat terpisah sang maestro Kaji harun menuturkan selain mendapat piagam,  peserta terbaik juga akan saya kasih seragam lengap baju banser . saya bangga dengan mereka jadi apalah artinya sebuah seragam  untuk peserta terbaik, selamat untuk mereka, semoga seragam banser dari saya ini nantinya bermanfaat bagi mereka imbuhnya.



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsep Pembangunan Ekonomi Kerakyatan demi terciptanya Organisasi Ansor yang Mandiri dan Bermanfaat   Oleh : Moh. Anshoruddin I. PENDAHULUAN Sektor ekonomi adalah salah satu sektor paling vital dalam kehidupan sehari-hari.Perkembangan ekonomi menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan bernegara.Di era modern, persaingan dan liberalisasi ekonomi telah mencipatakan persaingan-persaingan ekonomi yang hampir seperti pertarungan bebas.Situasi demikian itu menciptakan jurang-jurang kesenjangan yang semakin terbuka lebar.Yang kuat semakin menguasai, yang kecil semakin jauh terpinggirkan dan semakin tidak terjangkau kesejahteraan. Dalam hal kehidupan berorganisasi juga demikian adanya, GP ANSOR sebagai salah satu Organisasi Kepemudaan yang cukup besar di Indonesia juga tidak luput dari problematika yang demikian.Sebagai Ormas Kepemudaan yang berbasiskan Aswaja GP ANSOR juga berkewajiban memecahkan permasalahan-permasalahan ekon...
SEJARAH KELAM PEMBUNUHAN SESAMA MUSLIM YANG TAK PERNAH TERLUPAKAN Gelombang JARGON Kembali ke Al Qur'an dan As Sunnah Sangat Deras Sekali . Sebuah fenomena ??? Akankah terulang Sejarah Akhir priode khulafaur rosyidin di NKRI yg kita cintai .... ?  “Hukum itu milik Alloh, wahai Ali. Bukan milikmu dan para sahabatmu.” Itulah teriakan Abdurrohman bin Muljam Al Murodi (Khowarij) ketika menebas tubuh Sayyidina Ali bin Abi Tholib, karomallohu wajhah pada saat bangkit dari sujud sholat Shubuh pada 19 Romadlon 40 H itu. Abdurrohman bin Muljam menebas tubuh Sayyidina Ali bin Abi Tholib dengan pedang yang sudah dilumuri racun yang dahsyat. Racun itu dibelinya seharga 1000  Dinar. Tubuh Sayyidina Ali bin Abi Tholib mengalami luka parah, tapi beliau masih sedikit bisa bertahan. 3 hari berikutnya (21 Romadlon 40 H) nyawa sahabat yang telah dijamin oleh Rosululloh SAW menjadi penghuni surga itu hilang di tangan seorang muslim yang selalu merasa paling Islam. Sayyidina...
DETASEMEN WANITA BANSER (DENWATSER) Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Lombok NTB pada tanggal 23-25 November 2017 memberikan ruang lingkup kepada kader-kader wanita NU militer  dengan nama Detasemen Wanita Banser (Den. Watser NU) yang garis komandonya langsung di bawah Ansor dan Banser. Bersama Banser,  Denwatser akan saling melengkapi dalam menjadi benteng ulama dan NKRI. Denwatser bermula sejak tahun 1960-an. Dulu Denwatser bernama Barisan Perempuan NU Militer.  Pada saat itu negara membutuhkan wanita-wanita yang berjiwa militer guna menghadapi serangan wanita PKI (Gerwani). Setelah PKI tumpas, orde baru menginstruksikan kepada seluruh warga Indonesia bahwa tugas kemiliteran adalah tugas TNI.  Hal tersebut menyebabkan wanita-wanita militer NU dirasa tidak dibutuhkan lagi sehingga tidak ada pengkaderan,  lama-kelamaan akhirnya hilang. Sebelum munculnya PKI,  sebenarnya wanita NU telah ada yang berjuang dalam bidang kemiliteran, y...