Langsung ke konten utama
Konsep Pembangunan Ekonomi Kerakyatan demi terciptanya Organisasi Ansor yang Mandiri dan Bermanfaat
 

Oleh : Moh. Anshoruddin



I. PENDAHULUAN

Sektor ekonomi adalah salah satu sektor paling vital dalam kehidupan sehari-hari.Perkembangan ekonomi menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan bernegara.Di era modern, persaingan dan liberalisasi ekonomi telah mencipatakan persaingan-persaingan ekonomi yang hampir seperti pertarungan bebas.Situasi demikian itu menciptakan jurang-jurang kesenjangan yang semakin terbuka lebar.Yang kuat semakin menguasai, yang kecil semakin jauh terpinggirkan dan semakin tidak terjangkau kesejahteraan.

Dalam hal kehidupan berorganisasi juga demikian adanya, GP ANSOR sebagai salah satu Organisasi Kepemudaan yang cukup besar di Indonesia juga tidak luput dari problematika yang demikian.Sebagai Ormas Kepemudaan yang berbasiskan Aswaja GP ANSOR juga berkewajiban memecahkan permasalahan-permasalahan ekonomi yang ada.Tentu saja selain berkewajiban membantu kader dan anggota mendapatkan akses ekonomi yang lebih baik, sebagi Ormas yang punya tanggung jawab sosial GP ANSOR juga berkewajiban memberikan solusi-solusi yang berguna kepada masyarakat dalam rangka pembangunan ekonomi yang lebih baik.

Pembangunan ekonomi Organisasi pada khususnya dan Pembangunan ekonomi masyarakat pada umumnya adalah salah satu usaha yang harus digarap secara serius. Karena pembangunan ekonomi akan sangat berdampak pada pembangunan dan penguatan organisasi secara umum. Pembangunan ekonomi yang baik dan terukur secara konsep diharapkan akan meningkatkan daya saing dan kekuatan ekonomi kader dan anggota yang kemudian bisa menjadi jalan menuju kesejahteraan bersama. Kesejahteraan kader dan anggota tentu saja akan berdampak pada penguatan dan eksistensi GP ANSOR secara umum.



I. KONSEP PEMBANGUNAN EKONOMI

Untuk mencapai tujuan dan cita-cita ekonomi seperti yang sudah disampaikan di pembukaan di atas memang tidak bisa dianggap mudah.Butuh konsep-konsep dan pemikiran yang cermat dan terukur untuk mewujudkannya.Untuk itu, kami mengusulkan dan menawarkan beberapa usulan program yang kiranya dapat dimaksimalkan untuk pembangunan ekonomi.

Beberapa konsep dan usulan program pembangunan ekonomi memang masih butuh pengembangan dan penyesuaian konsep yang lebih dalam, untuk itu dibutuhkan masukan dan arahan-arahan yang bisa digunakan sebagai penguat konsep-konsep yang kami tawarkan untuk pembaca. Konsep yang kami tawarkan untuk pembaca antara lain: Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan dan Pendirian Badan Usaha Organisasi, yang akan kami jelaskan secara detail dibawah ini.

1.    Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan

Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan dimaksudkan untuk penggalian potensi-potensi kemandirian dan pengembangan ekonomi Rakyat melalui pemberdayaan dan pengembangan ekonomi strategis dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam dan potensi eknomi kreatif lainnya secara Adil dan Berkelanjutan, yang berlandaskan pada subtansi yang dimaknai bahwa Pengembangan Ekonomi Kerakyatan berlandaskan pada  ” Alat Produksi/Faktor Produksi dan Proses Produksi ”  tetap berada dalam penguasaan, kontrol dan pengelolaan rakyat (masyarakat). Secara garis besar pemberdayaan ekonomi kerakyatan dapat dijabarkan dengan hal-hal sebagai berikut:

§  Mengembangkan ekonomi strategis berbasis potensi lokal berdasarkan akar budaya/local wisdom – kearifan lokal masyarakat.

Pembangunan Ekonomi Kerakyatan haruslah berdasarkan nilai strategis berbasis potensi lokal.Penggalian potensi-potensi local yang ada di Kabupaten Tuban harus menjadi landasan konsep.Dalam hal ini sebenarnya banyak sekali potensi-potensi lokal yan masih terpendam dan belum dimaksimalkan sepenuhnya sebagai sebagai basis ekonomi.Dengan luasnya daerah dan beragam potensi yang dimiliki Kabupaten Tuban seharusnya cukup menjadi modal awal pembangunan ekonomi kerakyatan.Hal ini bisa dimulai dengan meninventarisir data-data potensi ekonomi yang ada di Kabupaten Tuban.

§  Menumbuhkembangkan model-model pengembangan ekonomi berbasis rakyat atas dasar keswadayaan dan kemandirian.

Model pengembangan ekonomi kerakyatan juga harus bertumpu sepenuhnya pada masyarakat.Di masa datang diharapkan tidak ada lagi potensi-potensi ekonomi yang hanya bisa diakses oleh segelintir orang saja.Pembangunan eknomi haruslah berdasar atas nilai-nilai gotong royong dan ukhuwah Islamiyah yang berswadaya dan Mandiri.Artinya siapapun dapat secara bersama-sama bergotong royong membangun ekonomi yang adil.

§  Penguatan – penguatan institusi dan kelembagaan ekonomi masyarakat dalam rangka menumbuhkan sistem perekonomian kolektif dan penguatan permodalan secara swadaya dan mandiri.

Usaha-usaha pembangunan ekonomi berlandaskan nilai-nilai gotong royong tidak akan bisa berjalan secara maksimal jika tidak didukung sepenuhnya oleh para pengemban kebijakan. Dalam hal ini GP ANSOR dapat berperan penting mendorong pengemban kebijakan dalam hal ini pemerintah memberikan dukungannya kepada masyarakat. Hal in bisa dilakukan misalnya dengan mendorong tumbuh kembangnya pendirian KOPERASI untuk rakyat, tentu saja Koperasi dalam hal ini adalah koperasi yang didirikan untuk membantu kerja ekonomi rakyat, Bukan Koperasi seperti yang ada sekarang yang berwatak rentenir.

2.    Pendirian Badan Usaha Organisasi

Pendirian Badan Usaha Organisasi dimaksudkan sebagai penguatan dan tulang punggung ekonomi organisasi.Hal ini diperlukan dalam usaha menjadikan Organisasi GP ANSOR sebagai organisasi yang mandiri, organisasi yang terbukti bisa menghidupi jalannya roda organisasi secara mandiri dan Berdikari.Sehingga Image bahwa banyak organisasi masyarakat yang hanya hidup dari kantong donator tidak terjadi pada GP ANSOR.

Selain itu, Pendirian Badan Usaha Organisasi juga bertujuan untuk menjadikan orgaisasi sebagai satu lembaga yang bisa bermanfaat secara ekonomi untuk kader dan anggota pada khususnya serta kepada masyarakat secara umum.Badan usaha Organisasi juga bisa dimanfaatkan sebagai simpul kegiatan ekonomi yang diharapkan bisa menjadikan gerak roda organisasi semakin dinamis dan berkembang.

Banyak sekali bentuk-bentuk badan usaha organisasi yang bisa dimanfaatkan.Apalagi banyak sekali kader-kader dan anggota GP ANSOR yang notabene merupakan kaum entrepreneur.Tenaga dan pikiran kader yang bergelut di bidang usaha dapat disatukan dan kerahkan untuk membangun kemajuan organisasi secara umum.

II. BENTUK KEGIATAN

Demi tercapainya konsep pembangunan ekonomi yang telah dijabarkan diatas, perlu kiranya dilakukan kerja-kerja ekonomi yang konkret.Kerja-kerja ekonomi yang kami tawarkan tentu adalah kerja ekonomi dan bentuk kegiatan yang kiranya dapat segera dilaksanakan dan berkesesuaian dengan kondisi masyarakat. Diantaranya adalah sebagai berikut:

a.    Pelatihan dan Pemberdayaan
Pelatihan dan pengembangan sangat diperlukan sebagai modal awal dalam membangun ekonomi yang kuat. Sebab, tanpa modal kemampuan dan pengetahuan yang benar maka hanya akan menciptakan kerja ekonomi yang rapuh.

Dalam hal ini GP ANSOR dapat memainkan perannya sebagai fasilitator dan penyelenggara pelatihan-pelatihan yang dilakukan dengan bekerjasama dengan lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta. Misalnya:
§ Mengadakan pelatihan-pelatihan ketrampilan kerja seperti Sablon, Las, Menjahit, dll yang bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja setempat yang notabene memang sudah mempunyai program-program pelatihan di bidang tersebut.
§  Pelatihan dan Penyuluhan pertanian bekerjasama dengan Dinas Pertanian stempat
§  Pelatihan usaha-usaha kreatif bekerjasama dengan Direktorat Industri Kecil Menengah.

b.    Pendampingan dan Monitoring
Dalam konsep pengembangan ekonomi yang berkelanjutan dan berkesinambungan, maka dibutuhkan kerjasama dan pendampingan yang juga bersifat kontinyu.Dalam hal ini GP ANSOR harus bisa menjadi mitra sekaligus penuntun agar program kerja perekonomian dapat berjalan sesuai yang diharapkan.Menjadi pendamping dan mitra dari pra kerja, proses awal sampai dengan pasca kerja.

c.    Kemitraan Pertanian
Sebagai daerah yang merupakan daerah pertanian, Kabupaten Tuban mempunyai peran yang strategis dalam membangun Pertanian.Terutama di daerah-daerah dengan potensi pertanian yang baik seperti Kecamatan Plumpang dan sekitarnya yang terletak di Bantaran Bengawan Solo. Potensi ekonomi yang tinggi yang ada di daerah tersebut selama ini kurang dimaksimalkan potensinya, kalaupun ada hanya sedikit orang yang bisa mengaksesnya karena keterbatasan dana. GP ANSOR harus mampu hadir ditengah permasalahan pertanian ini dengan menjadi mitra petani miskin dan bersama-sama membangun agrobisnis yang mumpuni.

Sebagai contoh, Kecamatan Plumpang terutama di daerah bantaran bengawan solo adalah daerah yang dikenal sebagai penghasil buah-buahan berkualitas.Hal ini ditopang dengan kualitas tanah dan ketersediaan air yang cukup.Tapi akses dalam pengelolaanya sangat terbatas karena masalah permodalan.GP ANSOR harus dapat memberikan solusi dan alternative yang tepat untuk petani miskin. Dengan cara menjadi mitra kerja dan mencarikan permodalan baik itu berupa perbankan atau pengajuan modal kepada pemerintah Daerah. Tentu saja diharapkan permodalan itu tidak bersifat mencekik seperti cara-cara rentenir.Dalam hal ini penggunaan system bagi hasil saya kira menjadi solusi yang bijak.

d.    Inventarisir Usaha Ekonomi Anggota
Inventarisir dan pendataan usaha-usaha ekonomi yang dilakukan kader dan anggota GP ANSOR diperlukan sebagai bagian dari usaha pengembangan ekonomi secara umum.Diharapkan dengan mendata dan menginventarisir usaha-usaha ekonomi yang dilakukan anggota GP ANSOR dapat memberikan solusi dan dorongan supaya dapat berkembang jauh lebih baik. Selain itu, hal ini juga dapat digunakan dalam membuka peluang bisnis baru dan membagikan peluang-peluang bisnis kepada anggota yang lain.

e.    Menjalin kerjasama dengan Perusahaan
Dalam hal ini, kerjasama yang dibangun dengan perusahaan-perusahaan lokal maupun nasional diharapkan berlandaskan asas saling menguntungkan dan saling menghormati.Sebagi contoh, kita dapat bekerjasama dengan perusahaan air minum KESAN yang dikelola oleh alumni santri Langitan sebagai distributor maupun pengecer.Hal ini selain bertujuan meningkatkan pendapatan anggota juga dapat digunakan sebagai jalan membantu perusahaan-perusahaan lokal supaya lebih dapat bertahan di masyarakat.Selain itu, factor kedekatan ideologis juga dapat dijadikan sandaran.

f.     Membuka Badan Usaha Bersama
Perlu kiranya mendirikan badan usaha yang dikelola secara kolektif dan di danai dari dana kolektif anggota GP ANSOR. Hal ini selain menguatkan program ekonomi bersama juga dapat digunakan sebagai jalan menguatkan solidaritas dan tali silaturrahim sesama anggota.Dengan catatan, Badan Usaha Bersama ini harus dikelola secara Profesional, Akuntabel, Transparan dan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.
Pendirian badan usaha bersama juga diharapkan dapat menjadi pemicu berdirinya badan usaha-badan usaha yang lain yang dikelola oleh struktur-struktur dibawahnya mulai PAC sampai dengan RANTING.

g.    Mendirikan Badan Usaha Penerbitan (Majalah, Tabloid, Web, dll)
Usaha penerbitan sebenarnya bukanlah bidang yang secara khusus menjadi wewenang Bidang Ekonomi semata, tetapi menjadi tanjung jawab bersama segenap jajaran divisi/Bidang di struktur organisasi.Sebab berbicara tentang penerbitan sebenarnya berbicara tentang perkembangan Ideologi, Politik dan Organisasi dalam rangkaian yang utuh.

Kami memandang pendirian badan usaha penerbitan mempunyai peran yang vital dalam perkembangan dan hidup organisasi kedepan.Untuk itu, secara khusus kami mengusulkan badan usaha ini sebagai badan usaha yang bersifat strategis.

Ada beberapa pertimbangan yang menurut kami menjadikan Badan usaha penerbitan mempunyai peran yang vital, diantaranya:

  • Badan usaha penerbitan dapat menjadi sumber pendapatan organisasi secara kontinyu.
  • Produk yang dihasilkan badan usaha penerbitan adalah produk yang mempunyai nilai-nilai Informasi, Pendidikan dan penguatan ideology sebagai fondasi kekuatan organisasi.
  • Semakin terbukanya demokrasi di Indonesia sejatinya seperti pisau bermata dua, bermakna positif jika akses informasi dan pengetahuan yang disampaikan kepada umat adalah kebenaran. Tetapi disisi lain menjadi berbahaya dan penuh mudharat jika informasi yang disampaikan berisi tipu daya dan melenceng dari agama dan falsafah negara. Dalam hal ini GP ANSOR punya kewajiban sebagai organisasi yang dapat membawa informasi yang benar dan mencerdaskan, dan cara yang paling tepat kami kira adalah dengan menerbitkan media sendiri, entah itu berupa Majalah, Tabloid, atau media elektronik lain.
  • Dengan diterbitkanya media informasi tersebut diharapkan anggota pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya semakin mengerti dan semakin kuat ideology danpemahamannya terhadap nilai-nilai aswaja dan Pancasila.
  • Penerbitan media juga diharapkan mampu mengakses dan mengabarkan kepada masyarakat tentang agenda-agenda GP ANSOR yang selama ini belum banyak terekspos oleh media-media yang ada.
  • Yang tidak kalah penting, penerbitan media juga diharapkan menjadi corong aspirasi anggota dan kader GP ANSOR. Sebab dengan adanya media sendiri semakin terbuka anggota dan kader yang mempunyai pikiran maju salig mentransformasikan fikirannya dengan menulis artikel.



III. PENUTUP
Artikel yang kami susun ini adalah merupakan program yang bersifat  usulan, berlandaskan situasi objektif dan subjektif organisasi. Sehingga tidak menutup kemungkinan adanya revisi dan usulan-usulan baru yang bersifat menguatkan. Karena harus disadari bahwa gerak roda organisasi akan semakin kuat dan mantap jika didasari kebersamaan sikap dan pikiran.

Akhir kata, semua ini tidak akan berarti apa-apa tanpa kerja sama dan gotong royong secara kebersamaan. Sehingga nantinya akan menjadikan organisasi Ansor kita tercinta jadi semakin maju dan berkembang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beri Dukungan untuk Palestina, MWCNU Plumpang akan adakan acara Doa bersama dan Isthigosah Kubro Beberapa hari terakhir dunia dikejutkan dengan pernyataan kontroversial Presiden Amerika Donald Trump perihal klaim sepihak yang mengakui Jerussalem sebagai Ibu Kota Israel. Tak pelak, klaim kontroversial tersebut segera memicu kecaman dari berbagai belahan dunia. Yang lebih menyedihkan lagi, klaim tersebut membuat proses perdamaian di Timur Tengah terancam dan menyulut rentetan kerusuhan antara penduduk Palestina dan Tentara Zionis Israel. Karena itu sebagi bagian dari dukungan kemanusiaan dan dukungan sebagai sesama muslim, Para Kiyai NU dan berbagai elemen masyarakat di kecamatan Plumpang akan mengadakan Isthigosah dan Doa bersama bertajuk “Munajjah Mengetuk Pintu Langit, untuk Keselamatan Palestina”. Acara yang rencananya akan digelar pada Minggu, 17 Desember 2017 ini sepenuhnya didukung oleh Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Plumpang serta didukung oleh b...
Santri Aswaja dan Media Sosial Oleh: M. Faidlun Ni’am Keberadaan gadget mendorong perubahan pola perilaku. Berkomunikasi dengan sesama bisa menjadi lebih efektif dan efesien. Orang mau bercengkrama dengan siapapun, kapanpun dan di manapun menjadi mudah. Maraknya media sosial (medsos) akhir-akhir ini membuktikan bahwa jarak yang jauh bukanlah sebuah hambatan. Semua yang berjauhan menjadi terasa dekat. Dunia yang luas seluruhnya 510.072.000 km persegi menjadi kecil, persis ungkapan orang-orang tua jaman dulu “ donyo gedene namung sak godong kelor ” (ternyata dunia tak sebesar daun kelor). Pesatnya kemajuan internet ( interconnected networking ) memberi dampak signifikan terhadap pola hubungan antara sesama manusia. Jika dulu, media komunikasi dengan sejawat hanya menggunakan alat elektronik seperti komputer atau telepon rumah, sekarang sudah beralih pada penggunaan gadget seperti handphone, notebook, netbook, laptop dan lain sebagainya. Gadget sekarang sudah menjadi kebutuha...
SEJARAH KELAM PEMBUNUHAN SESAMA MUSLIM YANG TAK PERNAH TERLUPAKAN Gelombang JARGON Kembali ke Al Qur'an dan As Sunnah Sangat Deras Sekali . Sebuah fenomena ??? Akankah terulang Sejarah Akhir priode khulafaur rosyidin di NKRI yg kita cintai .... ?  “Hukum itu milik Alloh, wahai Ali. Bukan milikmu dan para sahabatmu.” Itulah teriakan Abdurrohman bin Muljam Al Murodi (Khowarij) ketika menebas tubuh Sayyidina Ali bin Abi Tholib, karomallohu wajhah pada saat bangkit dari sujud sholat Shubuh pada 19 Romadlon 40 H itu. Abdurrohman bin Muljam menebas tubuh Sayyidina Ali bin Abi Tholib dengan pedang yang sudah dilumuri racun yang dahsyat. Racun itu dibelinya seharga 1000  Dinar. Tubuh Sayyidina Ali bin Abi Tholib mengalami luka parah, tapi beliau masih sedikit bisa bertahan. 3 hari berikutnya (21 Romadlon 40 H) nyawa sahabat yang telah dijamin oleh Rosululloh SAW menjadi penghuni surga itu hilang di tangan seorang muslim yang selalu merasa paling Islam. Sayyidina...