Langsung ke konten utama
HAPPY MILAD TO SALIM
Siapa yang tak kenal dengan sosok yang satu ini, mungil, lincah cekatan gesit dan tentunya luar biasa, dia lahir di Tuban tepatnya tanggl 04 Desember 1984. mbah Salim namanya, dalam akun facebooknya dikenal dengan sebutan Salim Ki Juru Martani selain kesibukan sehari harinya mengajar dan menjadi ketua Yayasan dia aktif di Ansor Sebagi Pengurus Harian PC. GP Ansor Kab. Tuban.

Sangat bisa dipastikan setiap ada kegiatan Ansor Salim pasti ada disitu. Pemuda yang berpostur agak kecil ini menjadi icon di Ansor, tak ada salim tak rame…. Itulah yang selama ini dirasakan teman teman di ansor. Salim itu luar biasa  manusia tak kenal lelah, tak pernah letih dalam berjuang, patut dijadikan tauladan bagi yang lainya ujar Wahid Ali

Hari ini merupakan hari yang istimewa bagi dirinya karena hari ini bertepan hari ulang tahunya yang ke 33, sedikit melihat di akun faceeboknya  terlihat ribuan penggemarnya memadati di akun brandanya memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada dirinya. Kebanyakan adalah pejabat teras, sahabat sahabat Pengurus Ansor dan  wanita wanita cantik yang pernah menaruh harapan pada dirinya hal ini dapat terlihat di ucapan salah seorang wanita bernama Tasya yang mengatakan  walaupun kau bukan milikku aku tetap menyanjungmu selamat ulang tahun mas salim. Begitu juga dari akun Siti fatonah mas salim is the best met ulang tahun panjang umur”.

Memang tak dapat dipungkiri salim adalah sesosok manusia yang supel ramah, selalu baik dan peduli dengan siapapun juga,  hal itu yang menyebabkan hamper setiap orang,  baik dari pejabat teras, sahabat sahabat ansor selalu menghormati dan menyukainya.

Segenap pengurus Pimpinan Cabang GP. Ansor Kab. Tuban Mengucapkan
Selamat Milad Untuk Mbah Salim
Baarokallahu Fi Umrik
“ Semoga dengan bertambahnya usiamu, Allah swt semakin menaikan derajatmu, menambahkan imanmu, dan meningkatkan ketaqwaanmu kepada-Nya.”


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Beri Dukungan untuk Palestina, MWCNU Plumpang akan adakan acara Doa bersama dan Isthigosah Kubro Beberapa hari terakhir dunia dikejutkan dengan pernyataan kontroversial Presiden Amerika Donald Trump perihal klaim sepihak yang mengakui Jerussalem sebagai Ibu Kota Israel. Tak pelak, klaim kontroversial tersebut segera memicu kecaman dari berbagai belahan dunia. Yang lebih menyedihkan lagi, klaim tersebut membuat proses perdamaian di Timur Tengah terancam dan menyulut rentetan kerusuhan antara penduduk Palestina dan Tentara Zionis Israel. Karena itu sebagi bagian dari dukungan kemanusiaan dan dukungan sebagai sesama muslim, Para Kiyai NU dan berbagai elemen masyarakat di kecamatan Plumpang akan mengadakan Isthigosah dan Doa bersama bertajuk “Munajjah Mengetuk Pintu Langit, untuk Keselamatan Palestina”. Acara yang rencananya akan digelar pada Minggu, 17 Desember 2017 ini sepenuhnya didukung oleh Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Plumpang serta didukung oleh b...
Santri Aswaja dan Media Sosial Oleh: M. Faidlun Ni’am Keberadaan gadget mendorong perubahan pola perilaku. Berkomunikasi dengan sesama bisa menjadi lebih efektif dan efesien. Orang mau bercengkrama dengan siapapun, kapanpun dan di manapun menjadi mudah. Maraknya media sosial (medsos) akhir-akhir ini membuktikan bahwa jarak yang jauh bukanlah sebuah hambatan. Semua yang berjauhan menjadi terasa dekat. Dunia yang luas seluruhnya 510.072.000 km persegi menjadi kecil, persis ungkapan orang-orang tua jaman dulu “ donyo gedene namung sak godong kelor ” (ternyata dunia tak sebesar daun kelor). Pesatnya kemajuan internet ( interconnected networking ) memberi dampak signifikan terhadap pola hubungan antara sesama manusia. Jika dulu, media komunikasi dengan sejawat hanya menggunakan alat elektronik seperti komputer atau telepon rumah, sekarang sudah beralih pada penggunaan gadget seperti handphone, notebook, netbook, laptop dan lain sebagainya. Gadget sekarang sudah menjadi kebutuha...
SEJARAH KELAM PEMBUNUHAN SESAMA MUSLIM YANG TAK PERNAH TERLUPAKAN Gelombang JARGON Kembali ke Al Qur'an dan As Sunnah Sangat Deras Sekali . Sebuah fenomena ??? Akankah terulang Sejarah Akhir priode khulafaur rosyidin di NKRI yg kita cintai .... ?  “Hukum itu milik Alloh, wahai Ali. Bukan milikmu dan para sahabatmu.” Itulah teriakan Abdurrohman bin Muljam Al Murodi (Khowarij) ketika menebas tubuh Sayyidina Ali bin Abi Tholib, karomallohu wajhah pada saat bangkit dari sujud sholat Shubuh pada 19 Romadlon 40 H itu. Abdurrohman bin Muljam menebas tubuh Sayyidina Ali bin Abi Tholib dengan pedang yang sudah dilumuri racun yang dahsyat. Racun itu dibelinya seharga 1000  Dinar. Tubuh Sayyidina Ali bin Abi Tholib mengalami luka parah, tapi beliau masih sedikit bisa bertahan. 3 hari berikutnya (21 Romadlon 40 H) nyawa sahabat yang telah dijamin oleh Rosululloh SAW menjadi penghuni surga itu hilang di tangan seorang muslim yang selalu merasa paling Islam. Sayyidina...