Langsung ke konten utama
Bupati Cup III Semakin Memanas
Pertarungan hidup dan mati akan dijalani oleh laga antara Plumpang VS Grabagan dalam turnamen sepak bola Bupati Cup III,  pasalnya kedua club ini sama sama pernah mengalami kekalalahan pada laga pertama. Plumpang Vs Rengel dengan scor 1:0 dan Grabagan Melawan Jenu scor telak 11 : 0.

Saat ditemui manager plumpang sahabat Ida Musthofa mengatakan apapun yang terjadi Plumpang hari ini harus menang kalau perlu grabagan kita sikat habis. Ini menyangkut harga diri imbuhnya. Menurut sang manager kekalahan kemaren membuatnya sangat kecewa sekali pasalnya dari awal pertandingan hingga akhir pertandingan club plumpang ini menyerang terus dan membuat lawanya kuwalahan tapi tuhan berkehendak lain sehingga membuat plumpang harus mengalami kekalahan dengan scor 1:0 untuk kemengan Club Asal Rengel

menurut iwan mas arin yang merupakan mitra pelatih club plumpang ini mengatakan saya yakin nanti plumpang akan mennag telak melawan grabagan prediksi saya 7:0 untuk kemengan plumpang.
ditemui ditempat terpisah pelatih andalan sahabat gatot mengatakan performa pemain plumpang saat ini sangat fit dan saya yakin kita akan menang telak menghadapi Grabagan 

Menurut isu yang berhembus tak main main club asal plumpang ini tak mau kalah dengan palang yang menghadirkan pemain dari luar negeri,  kali ini club asal plumpang  ini akan menghadirkan pemain nasional bernama syamsul arif, ivan dimas  dan egi seperti yang terlihat dalam komentar di akun faceebook Iwan Mas Arin, dalam laga kali ini plumpang berada satu groub dengan Kec. Jenu, Kec. Garbagan, Kec.Rengel

Mari kita tonton secara live pertandingan antara Plumpang vs Garbagan  Kamis, 07 Desember 2017 Jam 15.00 dilapangan Maibit Kec. Rengel

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsep Pembangunan Ekonomi Kerakyatan demi terciptanya Organisasi Ansor yang Mandiri dan Bermanfaat   Oleh : Moh. Anshoruddin I. PENDAHULUAN Sektor ekonomi adalah salah satu sektor paling vital dalam kehidupan sehari-hari.Perkembangan ekonomi menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan bernegara.Di era modern, persaingan dan liberalisasi ekonomi telah mencipatakan persaingan-persaingan ekonomi yang hampir seperti pertarungan bebas.Situasi demikian itu menciptakan jurang-jurang kesenjangan yang semakin terbuka lebar.Yang kuat semakin menguasai, yang kecil semakin jauh terpinggirkan dan semakin tidak terjangkau kesejahteraan. Dalam hal kehidupan berorganisasi juga demikian adanya, GP ANSOR sebagai salah satu Organisasi Kepemudaan yang cukup besar di Indonesia juga tidak luput dari problematika yang demikian.Sebagai Ormas Kepemudaan yang berbasiskan Aswaja GP ANSOR juga berkewajiban memecahkan permasalahan-permasalahan ekon...
SEJARAH KELAM PEMBUNUHAN SESAMA MUSLIM YANG TAK PERNAH TERLUPAKAN Gelombang JARGON Kembali ke Al Qur'an dan As Sunnah Sangat Deras Sekali . Sebuah fenomena ??? Akankah terulang Sejarah Akhir priode khulafaur rosyidin di NKRI yg kita cintai .... ?  “Hukum itu milik Alloh, wahai Ali. Bukan milikmu dan para sahabatmu.” Itulah teriakan Abdurrohman bin Muljam Al Murodi (Khowarij) ketika menebas tubuh Sayyidina Ali bin Abi Tholib, karomallohu wajhah pada saat bangkit dari sujud sholat Shubuh pada 19 Romadlon 40 H itu. Abdurrohman bin Muljam menebas tubuh Sayyidina Ali bin Abi Tholib dengan pedang yang sudah dilumuri racun yang dahsyat. Racun itu dibelinya seharga 1000  Dinar. Tubuh Sayyidina Ali bin Abi Tholib mengalami luka parah, tapi beliau masih sedikit bisa bertahan. 3 hari berikutnya (21 Romadlon 40 H) nyawa sahabat yang telah dijamin oleh Rosululloh SAW menjadi penghuni surga itu hilang di tangan seorang muslim yang selalu merasa paling Islam. Sayyidina...
DETASEMEN WANITA BANSER (DENWATSER) Konferensi Besar Nahdlatul Ulama di Lombok NTB pada tanggal 23-25 November 2017 memberikan ruang lingkup kepada kader-kader wanita NU militer  dengan nama Detasemen Wanita Banser (Den. Watser NU) yang garis komandonya langsung di bawah Ansor dan Banser. Bersama Banser,  Denwatser akan saling melengkapi dalam menjadi benteng ulama dan NKRI. Denwatser bermula sejak tahun 1960-an. Dulu Denwatser bernama Barisan Perempuan NU Militer.  Pada saat itu negara membutuhkan wanita-wanita yang berjiwa militer guna menghadapi serangan wanita PKI (Gerwani). Setelah PKI tumpas, orde baru menginstruksikan kepada seluruh warga Indonesia bahwa tugas kemiliteran adalah tugas TNI.  Hal tersebut menyebabkan wanita-wanita militer NU dirasa tidak dibutuhkan lagi sehingga tidak ada pengkaderan,  lama-kelamaan akhirnya hilang. Sebelum munculnya PKI,  sebenarnya wanita NU telah ada yang berjuang dalam bidang kemiliteran, y...